Sunday, 12 March 2017

rissol Porto


Toko rissol ini tutup hari Minggu. Kecewa juga, tau gini - kmaren beli banyakan. Yang perlu dicatat, cara kang rissol ini menjajakan dagangannya : menyapa siapapun yang lalu lalang didepan toko, sambil ngunyah rissolnya, trus ngiklan : "ini enaaaak banget loh !" sembari ngelap bibirnya yang belepotan minyak.

Siapapun yang lewat, pasti terkesima dengan "tembakan" kereeen kang rissol ini, ditambah rayuan semerbak bau rissol fresh anget from penggorengan, toko yang mungil tapi bersih dan asri, jaminan mutu untuk terjebak mampir dan beli.    

Pilihan isi rissolnya banyak : tuna, ayam, sapi, seafood, vegetarian, salmon, juga yang non halal.


Hanya buka Senen - Sabtu, gini penampakan toko mungilnya.

Namun maaf, agak ke-pe-de-an iklan dipintunya : the best Rissol in the world !
Nampaknya, belum pernah dia makan risol bikinan tanah air beta tercinta.. yang kelezatannya tiada tara bandingnya !
Karena di Porto hanya 4 hari dan susah nyari makanan yang sesuai lidah pun akidah, maka "the best Rissol" ini cukuplah buat ganjel perut, diantara makan besar.




Jam buka mulai tengah hari, sampe tengah malam, kecuali Jum'at dan Sabtu sampe jam 2 pagi.


beli 4 potong, gak dikasi kantong plastik, tapi dus karton tanpa tutup.. mungkin maksudnya sebagai ganti piring atau mangkok..


ngintip tuh mereka.. ini isi ayam, tuna, seafood..


penampakan isi ayam..


the verdict :
Dinding luar kulit risol tersalut tepung panir, renyah namun tidak sampai crispy. Bagian dalam kulit lembut, dan rasa isinya sangat sopan. Bumbu terasa samar, tidak menohok seperti risol tanah air beta. Walaupun begitu, isi utama seperti ayam, seafood, salmon, tuna.. terasa segar dan lumayan melimpah.

Kebiasaan makan risol dicocolkeun saos chili, atau sambal kacang, atau nyeplus cengek, tidak ditemukan disini.

yawdah, gigit, kunyah, nikmati apa adanya, terus telen gitu aja !

Porto, 12 Mar 2017,
Kang Ketik.

No comments:

Post a Comment